Subscribe

RSS Feed (xml)

Senin, 19 Januari 2009

Apa Susahnya Menjaga Kebrsihan?


Gambar tersebut menunjukkan tentang anak-anak SD yang sedang bekerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekolahnya. Ada yang menyapu, ada yang menjumputi rumput, dan ada yang rela masuk ke saluran air yang kotor dan bau untuk mengambil sampah-sampah yang ada di dalamnya. Mengapa mereka rela melakukannya? Hal tersebut tentunya mereka lakukan tanpa meminta imbalan, tapi mereka melakukannya karena mereka ingin lingkungan sekolahnya bisa bersih. Sehingga mereka dapat belajar senyaman mungkin. Dan mereka bisa mendapatkan prestasi yang maksimal dengan didukungnya tempat mereka belajar.

Apa itu menjaga kebersihan?
Menjaga kebersihan merupakan hal yang sering kita dengar, kita lihat, dan kita rasakan dalam kehidupan sehar-hari. Tentu kita sering mendengarnya karena dari kita kecil sudah diajarkan untuk menjaga kebersiahn. Lalu apa arti sebenarnya menjaga kebersihan? Sesungguhnya menjaga kebersihan itu adalah bagaimana upaya yang kita lakukan untuk merawat lingkungan di mana kita tinggal. Bagaimana caranya? Yang pertama adalah dengan dengan merawat sebaik mungkin tempat di mana kita tinggal dengan membuang sampah di tempatnya, membersihkan saluran air, dan lain sebagainya. menjaga kebersihan bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan tempat kita tinggal. Namun kita juga harus peduli terhadap lingkungan orang lain dan sampah orang lain. Karena untuk menjaga kebersihan dibutuhkan peran secara global. Oleh karena itu kita harus berupaya bersama untuk menjaga sebaik-baiknya bumi kita ini.

Minggu, 18 Januari 2009

Kebakaran Depo Pertamina


JAKARTA, SENIN — Warga Bendungan Melayu yang rumah mereka berdekatan dengan lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang mengungsi di Kantor PMI Jakarta Utara, Senin (19/1). Sekitar 150 jiwa yang terdiri dari wanita, anak-anak, dan lanjut usia menginap di tempat ini, sedangkan laki-laki harus berjaga di sekitar kampung.Sementara api hingga pagi ini terus berkobar, walaupun kobaran tidak sedahsyat saat dinihari. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta terus bekerja melakukan pembasahan di permukiman warga yang berdekatan dengan titik api.
Suku Dinas Pemadam Kebakaran kembali menambah armada pemadam kebakarannya. Empat Armada kembali dikirimkan Senin (19/1) dini hari tadi untuk memadamkan api di Depo Bahan Bakar Minyak Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, yang terbakar pada pukul 21.00 wib Minggu (18/1) malam tadi.

"Jumlah mobil pemadam kebakaran yang dikirimkan terakhir sudah mencapai 46 mobil," ujar seorang petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Parwanto, yang dihubungi Senin (19/1) pagi tadi.

Menurut Parwanto, api sudah mulai padam sejak pukul 06.45 WIB. Keadaan Depo yang cukup luas membuat petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api. Akibatnya, api baru berhasil dipadamkan setelah 10 jam. Hingga saat ini, Pertamina belum menghitung kerugian yang diakibatkan terbakarnya tanki premium nomor 24 di Depo Plumpang. Sejauh ini Pertamina masih memusatkan perhatiannya untuk secepat mungkin memadamkan api.

"Estimasi kerugian belum bisa kami beritahukan, dan belum kami hitung. Namun untuk premium yang terbakar sejumlah 1.300 kilo liter," ungkap Vice President Cooporate Communication Pertamina Anang Rizkani Noor di lokasi kebakaran Depo Plumpang, Jakarta, Senin (19/1/2009).

Sebelumnya, Anang sempat mengatakan kepada beberapa wartawan tanki yang terbakar tersebut berisi 5.000 kilo liter premium. Namun dalam wancara terakhir dia memastikan tanki berisi 1.300 kilo liter premium.Jika tanki berisi 1.300 kilo liter dan harga premium saat ini Rp4.500, maka estimasi kerugian yang didapatkan Pertamina akibat kebakaran Depo Plumpang yakni sejumlah Rp5,85 miliar.

Sementara terkait penyebab kebakaran, Anang belum bisa memastikannya. "Belum dapat diketahui, dan masih dalam penyelidikan dengan pihak terkait," terangnya.
Atas kejadian ini Pertamina akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa kebakaran yang terjadi di Depo Plumpang, Jakarta Utara, pada Minggu malam kemarin.

"Untuk tim investigasi internal Pertamina baru dibentuk," ujar Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin kepada wartawan di JHCC, Jakarta, Senin (19/1/2009).

Kendati demikian, beliau mengatakan hasil investigasi tersebut belum menemukan hasil dengan alasan baru terbentuk. "Saya kira, dari pemerintah juga sudah membentuk tim investigasi akibat kejadian ini," tandasnya.

Pelantikan Obama Sita Perhatian Dunia


Pelantikan Barack Husein Obama presiden terpilih Amerika ke-44 yang akan dilaksanakan tanggal 20 Januari 2009 nampaknya akan menyita perhatian dunia yang sementara ini masih tertuju pada perseturuan antara Israel melawan Hamas. Pelantikan presiden Amerika terpilih ini nulai menyita perhatian dunia khususnya pendukung setia Obama yang berada di Amerika maupun Negara lainnya. Mereka langsung berdatangan ke Washington untuk melihat secara langsung presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama. Simpati mereka sangat besar karena Barack Obama adalah presiden kulit hitam pertama Amerika.

Hal tersebut langsung direspon oleh hotel-hotel di Washington yang langsung menaikkan tarif menginapnya. Menjelang pelantikan presiden terpilih Amerika ke-44 rata-rata hotel di Washington sekitar $800 atau sekitar Rp 8.000.000,- per malamnya.

Selain hal tersebut yang membuat simpati warga Amerika dan dunia adalah akan tampilnya artis-artis besar. Beyonce, U2 dan Bruce Springsteen termasuk musisi yang telah menyatakan akan ikut tampil di perayaan menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama.
Stevie Wonder, Usher, Mary J Blige and Sheryl Crow juga dijadwalkan untuk tampil dalam acara pada 18 Januari di Lincoln Memorial di Washington DC. Cuplikan naskah bersejarah juga akan dibacakan oleh Queen Latifah dan aktor Jamie Foxx dan Denzel Washington. Obama, yang akan diambil sumpah pada 20 Januari, diperkirakan akan hadir dalam acara tersebut.
Executive producer acara, George Stevens Jr, mengatakan, dia terperanjat oleh antusiasme para bintang untuk tampil begitu dia diberi izin untuk mengundang artis-artis oleh Komite Pelantikan Presiden.

Sisihkan Uang Jajan Untuk Palestina


SEMARANG – Setiap membaca koran atau menyaksikan siaran berita televisi tentang Palestina, Naufal Noorhanan, 9, selalu prihatin. Apalagi ia menyaksikan banyaknya anak seusainya yang menjadi korban serangan serdadu Israel ke jalur Gaza.

”Sangat menyedihkan banyak anak yang tewas oleh Israel,” tutur bocah kelas 4 SD Islam Terpadu Bina Insani Banyumanik Semarang itu. Kemarin, bersama 138 kawannya, Naufal menggelar aksi solidaritas Palestina di Jalan Ngesrep Timur V Semarang.

Dalam aksi ini, para siswa dari kelas 1 hingga 4 secara bergantian melakukan orasi yang mengutuk serangan Israel yang telah menimbulkan korban jiwa hingga ribuan orang.

Mereka juga melakukan pembacaan puisi dan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan anak Palestina. Mereka juga pengumpulan dana bantuan serta aksi pelemparan sepatu pada bendera Israel sebagai pesan serangan tersebut segera dihentikan. ”Saya terus berdoa untuk anak-anak Palestina yang jadi korban,” lanjutnya.

Kepala SD IT Bina Insani Banyumanik Semarang Nur Siswiyati menjelaskan, aksi kemarin digelar untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas para siswa terhadap nasib anak-anak Palestina.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan anak-anak paham dengan fenomena global adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap bangsa Palestina, utamanya anak-anak yang sebagian besar menjadi korban.

Sebagai salah satu bentuk solidaristas, lanjut Nur Siswiyati, selama sebulan para siswa menyisihkan sebagian uang jajannya untuk disumbangkan ke Palestina. ”Setiap usai shalat dhuhur kami juga melakukan doa bersama,” tuturnya. (ton/isk)

Salut deh buat anak-anak SD jaman sekarang. Masak sahabat bumi yang udah lebih gede daripada anak-anak SD gak punya perasaan sama sekali sih. Ayo Sahabat Bumi kita sisihkan uang jajan kita atau mungkin pendapatan kita untuk sahabat kita yang membutuhkan di Palestina sana.

Wabah Banjir Semakin Mudah Untuk Diramal


Setelah ada ramalan gempa, sekarang meramal yang lebih mudah yaitu meramal kemungkinan banjir tahun 2009 nanti.
Seperti yang sudah pernah dituliskan sebelumnya bahwa banjir rob atau banjir akibat pasang naik akan sangat terpengaruh oleh posisibulan dan matahari. Pasang surut bumi kan memang berhubungan dengan peredaran bulan.
Secara astronomis, konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada 26 Januari 2009 pukul 14:56 WIB ditandai dengan terjadinya Gerhana Matahari Cincin yang bisa diamati di Sleat Sunda. Ketika terjadi konjungsi, ini akan diikuti dengan pasang naik tertinggi yang sangat berpotensi menghasilkan banjir pasang (rob) di daerah2 yang elevasinya lebih rendah dari permukaan laut.
Secara astronomis pula, data empiris menunjukkan ketika posisi Matahari ada pada deklinasi minus 18 - 15 derajat terjadi curah hujan di atas normal khususnya di Pantura Jawa, lebih khusus lagi di DKI Jakarta.
Lalu dengan mengetahui hal tersebut apa yang harus sahabat bumi lakukan untuk minimal saja untuk mencegah datangnya banjir di daerah sekitar tempat tinggal sahabat bumi. Bagaimana caranya? Mudah saja karena hal ini sudah dibekalkan kepada kita sejak kita duduk di bangku pendidikan dasar. Seperti membuang sampah pada tempatnya, melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air, dan segala upaya yang bias membantu mencegah datangnya banjir. Setelah sahabat bumi lakukan di lingkungan sekitar tempat tinggal hal terseut bias sahabat bumi tularkan di wilayah yang lebih luas.

Perseteruan Abadi Israel vs Palestina Demi Historical Right


Hidayatullah.com—Namanya tak terlalu popular dibandingkan Pendeta Abraham Alex Tanuseputra, pendiri Gereja Bethany Family. Atau Pdt. Dr. Stephen Tong, Ketua Sinode GRII. Tapi pernyataanya kali ini akan membuatnya terkenal dan dikenang. Namanya Pendeta Hans Jefferson. Di tengah kecaman dunia atas aksi melawan kemanusian yang dilakukan Israel kepada warga Gaza, pengkhotbah yang juga Pimpinan Yayasan Kasih Untuk Bangsa ini justru memberikan pernyataan tak simpatik. Dalam sebuah wawancara dengan Radio Nederland Wereldomroep, (5/1) ia mengatakan, apa yang dilakukan Israel bukanlah penjajahan.
“Jadi kalau orang bilang Israel mencaplok tanah Arab, tanah Palestina 14 Mei 1948, orang itu tidak tahu sejarah,” ujarnya. “Israel bukan merdeka karena Israel tidak pernah dijajah. Israel kembali ke tanahnya 14 Mei 1948 untuk memberikan negara Israel dalam konteks pemerintahan dunia hari ini,” demikian katanya. Ada juga yang tak kalah menarik dalam pernyataannya. “Secara batin, umat Kristen di seluruh dunia pasti berdoa buat Israel,” ujarnya.
Berikut ini adalah jawaban (bukan dari majalah Hidayatullah) dari komentar pendeta di atas.
Kepahitan Sejarah Telah 35 Abad
Sejarah mencatat, tak ada perseteruan dan permusuhan yang sedemikian lama ‘’seabadi” kasus Israel-Palestina, musuh bebuyutan sejak abad 14 SM sampai sekarang abad 21 M. Tak kurang dari 35 abad perseteruan itu belum juga menemukan jalan damai yang diimpikan.
Bandingkan dengan perang dingin Rusia v Amerika, yang tak lebih satu abad telah berakhir dengan pecahnya Rusia pasca glasnost dan perestroika. Perang ideologi besar dunia komunis versus kapitalis juga telah berakhir dengan ambruknya masing-masing ideologi. Komunisme telah luruh menjadi neo-komunisme sejak RRC menjadi negara yang membuka modal kapitalis.
Sebaliknya, kapitalis juga ambruk seiring runtuhnya ekonomi dunia yang episentrumnya ada di Amerika. Dan kini sedang berproses mencari model baru kapitalisme (neo-kapitalisme).
Ringkasan Sejarah dan Ibrah
Bani Israil adalah golongan keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as, juga dikenal dengan nama Yahudi. Sejarah Bani Israil bermula ketika Nabi Ibrahim mengembara bersama pengikutnya menyeberangi Sungai Eufrat menuju Kan’an (kini Palestina). Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri mudanya, Siti Hajar, dia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Dari istri tuanya, Siti Sarah, dia dikaruniai seorang anak bernama Ishaq.
Sewaktu wafat, Ibrahim meninggalkan putranya yang kedua, Ishaq, di Kan’an dan putanya yang pertama, Ismail, di Hedzjaz (kini menjadi wilayah barat kerajaan Arab Saudi, yaitu Makkah, Madinah, Taif, dan Jeddah).
Konon, pengasingan dua anak yang berjauhan itu akibat perseteruan dua istri Ibrahim -Sarah dan Hajar- yang tidak akur. Dari sinikah awal perseteruan Israel-Palestina tersebut dimulai? Wallahu a’lam, karena ada yang bergumam, seandainya Ibrahim tidak beristri dua, niscaya dunia tidak seperti ini.
Ismail akhirnya menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab, garis keturunannya hingga nabi terakhir Muhammad saw. Ishaq mempunyai dua anak, yakni Isu dan Ya’qub, yang disebut terakhir dikenal juga sebagai Israel dan darinyalah berasal keturunan Bani Israil.
Ya’qub mempunyai dua istri. Dari keduanya, dia dikaruniai 12 orang anak. Yakni, Raubin, Syam’un, Lawi, Yahuza (asal kata “Yahudi”), Yassakir, Zabulun, Yusuf as, Benyamin, Fad, Asyir, Dan, dan Naftah. Dari 12 putranya itulah kemudian keturunannya berkembang.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang-orang Israel sudah menjadi satu suku besar dan berpengaruh, mengembara ke berbagai daerah. Akhirnya, melalui pantai timur Laut Tengah, mereka sampai ke Mesir (ketika keluarga Ya’qub menemui Yusuf as yang telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir).
Di balik kisah keluarga Ya’qub, kebiadaban dan kelicikan anak-anak Ya’qub (baca: Bani Israil) sudah terbaca saat mereka tega memasukkan Yusuf as ke sumur tua karena iri hati lantaran Yusuf lebih disayangi ayahnya. Liciknya, mereka tega menyusun skenario alibi bahwa Yusuf dimakan serigala (dikisahkan dalam QS Yusuf).
Selama 100 tahun di Mesir, Bani Israil hidup dalam suasana aman dan makmur, tetapi berikutnya adalah masa-masa pahit karena penderitaan kerja paksa di Piton. Kemudian, Nabi Musa (cucu Ya’qub keturunan dari Lawi) membawa kaumnya kembali ke Palestina. Usaha Nabi Musa as untuk membawa Bani Israil masuk Palestina tidak berhasil karena umatnya membangkang hingga nabi wafat.
Akhirnya diteruskan oleh sahabatnya Yusa bin Nun. Dia membawa mereka memasuki Palestina melalui Sungai Yordan memasuki Kota Ariha dengan membunuh seluruh penduduknya. Dengan peristiwa itu, mulailah zaman pemerintahan Bani Israil atas tanah Palestina dan mereka berhasil membentuk suatu umat dari berbagai suku bangsa.
Kehidupan Bani Israil di Palestina itu dapat dibagi dalam tiga zaman. Pertama, zaman pemerintahan hakim-hakim (lebih kurang empat abad). Pada zaman tersebut, mereka mulai berubah dari cara hidup musafir kepada cara hidup menetap.
Kedua, zaman pemerintahan raja-raja (sekitar 1028-933 SM). Pada masa itulah, tepatnya pada masa pemerintahan Nabi Daud as, Bani Israil memasuki masa jaya di Palestina.
Ketiga, zaman perpecahan dan hilangnya kekuasaan Bani Israil. Setelah meninggalnya Nabi Sulaiman as kira-kira 935 SM, dia digantikan putranya, Rahub’am, tetapi keluarga Israil yang lain mengangkat saudara Rahub’am, yaitu Yarub’am. Dari sini mulailah Bani Israil memasuki masa perpecahan.
Sementara itu, Kerajaan Mesir di selatan kembali jaya, demikian pula Suriah di utara. Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Israil di Palestina bagai wilayah kecil yang terjepit celah-celah dua rahang mulut musuh yang menganga. Menjelang tahun 721 SM, kerajaan Israil lenyap dihancurkan oleh tentara Asyur (kini Iraq).
Dengan demikian, Bani Israil hanya sempat hidup menetap selama periode 1473-586 SM. Setelah itu, mereka berpencar kembali ke berbagai negara, seperti Mesir dan Iraq.
Kehancuran Israel lebih tragis lagi saat pasukan Romawi menaklukkan Palestina dan menduduki Baitulmaqdis. Panglima Titus Flavius Vespasianus sempat memusnahkan Jerusalem karena terjadi pemberontakan Yahudi di situ. Akhirnya, Bani Israil berhasil menyelamatkan diri lari ke berbagai negara, seperti Mesir, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan ini, mulailah babak baru pengembaraan Bani Israil ke seluruh penjuru dunia.
Yahudi Tak Bisa Hidup Berdamai
Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dia telah menemukan orang-orang Israil sebagai suatu komunitas penting di sana. Maka, sebagai penghargaan terhadap mereka, Nabi Muhammad SAW menyusun Piagam Madinah yang mengatur hidup berdampingan secara damai antara umat Islam dan umat lain, termasuk umat Yahudi.
Namun, kemudian umat Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut, sehingga Alquran mengutuk mereka secara terus-menerus sebagai orang yang mengkhianati janji dan mereka diusir dari Madinah.
Diakui Bani Israel memang diberi kelebihan Tuhan berupa otak yang cerdas, tetapi angkuh, sombong, dan rasis. Justru karena keangkuhan dan arogansinya itulah, mereka (Bani Israel) dikenal sebagai umat ngeyel, pembangkang (QS Al Baqarah). Meski kepadanya Tuhan mengutus beberapa nabi berturutan (Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, dll) alih-alih mereka mentaati nabinya, bahkan ada yang membunuhnya. Kebiadaban yang sulit diceritakan dengan kata-kata.
Sejak awal pengembaraan ini sampai abad ke-19 (kira-kira 25 abad), orang Yahudi tidak banyak diperbincangkan. Hanya tercatat bahwa mereka terbuang dari satu daerah ke daerah lain atau terusir dari satu negara ke negara lain, sebaliknya umat Islam mengulurkan tangan kepada mereka.
Pada akhir abad ke-19 dan seterusnya, keadaan berbalik. Perang Dunia I dan Perang Dunia II mengubah nasib bangsa ini. Cita-cita zionisme ditunjang dengan semangat yang tinggi oleh seluruh peserta perang, kecuali Nazi Jerman. Dengan cara khusus, berangsur-angsur umat Yahudi bergelombang memasuki daerah Palestina.
Komisi persetujuan Amerika-Inggris memberi rekomendasi terhadap satu rombongan besar kaum ini untuk memasuki Palestina. Sampai pertengahan abad ke-20, dalam tempo 30 tahun, mereka yang memasuki Palestina mencapai angka 1.400.000 jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk asli Palestina.
Pada 1947, pemenang Perang Dunia II menghadiahkan satu negara Israel untuk orang Yahudi di Palestina. Negara ini sampai sekarang merupakan duri dalam daging bagi dunia Arab. Akibatnya, negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain merupakan dua kubu yang saling berhadapan. Peperangan antara dua kubu itu tidak putus-putusnya hingga kini, terhangat, ditandai dengan serbuan ke jalur Gaza yang membunuh ratusan korban tak berdosa.
Berkedok Historical Right
Gelombang imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina itu didorong oleh semangat zionisme pimpinan Theodor Herzl (1860-1904), mereka adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat “keyahudian” sebagai sebuah nama ras, bukan masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama dan penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah seharusnya itu.
Herzl, sang pendiri zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, lalu dikenal sebagai “Uganda Plan”. Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina karena mereka merasa mempunyai hak sejarah (historical right) atas bumi Palestina. Tegasnya, Palestina dianggap sebagai “tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi”.
Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya, bahwa mereka adalah “ras” yang tinggi dan terpisah. Karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina.
Logika zionisme yang nasionalis, rasis, dan kolonialis inilah yang menginspirasi semua penjajahan dan semua peperangan. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan Timur Tengah, kecuali jika Israel meninggalkan paham zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim. Warisan bersama tiga agama wahyu yang pro kasih sayang dan persaudaraan: Yudaisme, Nasrani dan Islam.
Dipilihnya Palestina sebagai negara zionis karena “historical right” adalah alasan yang dicari-cari dan dipaksakan. Bukankah sejak abad ke-5 SM yahudi di Palestina tinggal sedikit yang tersisa, karena menyebar, berlarian mengembara ke seluruh penjuru dunia? Pantaskah bangsa yang sudah meninggalkan tanah kelahirannya 25 abad, lalu memaksakan diri kembali ke tanah asal dengan klaim mempunyai hak sejarah?
Lebih naif lagi jika semangat “mudik” itu harus diikuti dengan peperangan dan membunuh penduduk asli Palestina yang sudah menempatinya ribuan tahun dan puluhan generasi.
Melihat arogansi zionisme yang rasis, kolonialis, serta tidak bermotif iman dan damai, mestinya Israel bukanlah sekadar musuh Palestina, bukan pula musuh negara-negara Arab, atau bukan pula musuh Islam, tetapi musuh bersama dunia semua agama yang cinta damai. Sebab, jika zionisme sekuler yang menjadi mind-set nya, tidak akan pernah bisa hidup secara damai dengan siapa pun, di mana pun, dengan agama apa pun.

Kalau Kiamat 2012, Apa yang Harus Kita Lakukan ?


Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi
(dikutip dari KOMPAS, 26 November 2008)
Mendengar Berita Tersebut tentu kita akan takut dan miris menengarnya. Lalu apa yang akan kita lakukan dengan isu tersebut? Apakah kita harus percaya dan takut dengan isu tersebut? Tentu tidak kan? Menurut pendapat kami sebenarnya tidak ada satu orang pun yang bisa meramalkan kapan kiamat akan datang. Menurut kepercayaan Islam kiamat atau berakhirnya kehidupan di seluruh alam semesta ini hanya di diketahui ALLAH SWT. Bahkan seorang rasul Muhammad SAW yang menjadi manusia paling mulia di sisi ALLAH SWT tidak mengetahui kapan kiamat akan datang. Lalu apakah semua itu benar? Mengenai hal itu kita kembalikan saja kepada publik untuk bisa mempercayai hal itu atau tidak. Dan sekedar memberi saran kepada sahabat bumi apabila sahabat bumi mengetahui hal tersebut, pertama berpegang teguhlah pada ajaran yang diajarkan agama, yang kedua sahabat bumi harus lebih mengontrol diri oleh segala tindakan yang tidak bermanfaat dan merugikan segala macam golongan, baik itu bagi alam dan seluruh penghuni alam semesta ini.

Kamis, 15 Januari 2009

Inovasi Tanpa Memikirkan Stabilitas


Manusia selain sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna juga sebagai makhluk Tuhan yang paling murka atau serakah. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena manusia selalu merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih dari apa yang telah mereka miliki. Contohnya seseorang yang awalnya menginginkan sepeda motor dan akhirnya sepeda motor yang dia inginkan terpenuhi, lama-lama dia pasti akan merasa kurang dengan apa yang dia miliki dan ia menginginkan mobil agar lebih nyaman dan merasa lebih nampang dengan tunggangannya. Lama-lama jika ia sudah mampu untuk membeli segalanya, dia akan membeli helikopter dan kapal pesiar. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dengan sifat manusia, dan contoh tadi bisa kita selaraskan dengan kerusakan yang ada di bumi. Negara-negara adidaya dalam era globalisasi ini memiliki peran yang amat penting dalam menunjang kemujuan inovasi. Kemajuan Inovasi ini mendukung dalam kemajuan IPTEK umumnya. Negara-negara adi daya seperti Amerika,Jerman,Rusia,Cina,dan Jepang selalu berlomba-lomba menciptakan sesuatu agar mendapatkan perhatian dunia dan tentunya jika inovasi tersebut diproduksi dalam jumlah yang banyak akan laku keras di pasaran. Dan tentunya dapat menambah pendapatan negara. Seperti pembuatan mobil dari negara Eropa cenderung lebih mahal dan berat dibanding mobil-mobil buatan Jepang. Inovasi-inovasi ini bersifat baik karena kompetitif. Baik dari segi mendukung kemajuan SDM dapat juga mendukung kemajuan ekonomi. Inovasi-inovasi yang bermaksud baik bisa juga berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem alam. Seperti peluncuran-peluncuran roket dan satelit secara terus menerus dapat mengakibatkan tidak seimbangnya lagi ekosistem di lapisan ozon. Ozon yang sering ditembus oleh benda-benda itu lama kelamaan akan bocor dan semakin menipis. Semakin menipisnya bahkan bocornya lapisan ozon tentu dapat mengganggu stabilitas ekosistem di bumi. Dampak yang mudah kita rasakan adalaah cuaca di bumi yang semakin panas. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan setelah semua inovasi tersebut berdampak buruk bagi kita? yang pertama kita dapat mengurangi beberapa kebiasaan yang dapat menambah rusak bentuk bumi kita. Yang kedua hal tadi dapat kita jadikan pelajaran, bahwa jika kita mempunyai sebuah inovasi untuk pengembangan IPTEK kita harus memikirkan dampak terburuk yang akan terjadi dari suatu inovasi tersebut.

Rabu, 14 Januari 2009

Sebotak Bentuk Bumi?


Mungkin sahabat bumi akan bertanya-tanya dengan nama blog ini. Mengapa blog ini diberi nama Sebotak Bentuk Bumi? Perlu sahabat bumi ketahui Tuhan Sang Pencipta alam semesta telah menciptakan segalanya dengan penuh pertimbangan dan keseimbangan. Dari bagian terkecil dalam makhluk hidup sampai dengan jutaan galaksi yang ada merupakan ciptaan Tuhan. Dan Tuhan tentu saja tidak menciptakan semua ciptaanNya tanpa sebab. Manusia diciptakan oleh Tuhan bukan hanya untuk melaksanakan ibadah kepadaNya, namun juga sebagai utusan (dalam agama islam juga sering disebut khalifah). Apa itu khalifah? Khalifah atau utusan identik dengan makhluk yang dipercaya untuk melakukan sesuatu. Mengapa Tuhan memilih manusia? Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna di jagat raya ini. Oleh karena itu Tuhan memberi tempat tinggal berupa sebuah bola besar yang disebut dengan bumi. Dan manusialah yang dipercaya sebagai utusan Tuhan untuk merawat dan menjaga bumi. Hal itu merupakan hal yang wajar bukan? Tuhan memberikan tempat tinggal yang begitu indah dan megahnya tanpa mengharap imbalan berupa materi, namun cukup dengan merawat dan menjaganya saja. Tentu bukan hal yang sulit bukan? Hal itu merupakan hal yang setimbang, manusia yang menempati bumi dan manusialah yang harus merawatnya. Tentu bukan hal yang merugikan untuk manusia bukan? Bila bumi ini dirawat dengan baik tentu saja manusia akan merasa nyaman untuk tinggal di dalamnya. Namun marilah kita tengok dalam kehidupan sehari-hari, manusia dengan enaknya melupakan tempat yang dijadikan pijakannya itu. Berbagai tindakan yang tidak mencerminkan sikap sesosok makhluk yang paling sempurna dengan segala pemikirannya itu mulai kita lakukan. Bahkan sikap manusia lebih memalukan dengan sikap hewan ataupun makhluk lainnya. Membuang sampah sembarangan, menebang pohon tanpa menanamnya kembali, dan lain sebagainya merupakan tindakan yang memalukan dan merugikan seluruh ekosistem alam di muka bumi ini. Kita lihat akibatnya saja bumi kita yang semula berbentuk indah dengan segala macam bentuk, kini berubah seketika dengan hilangnya payung-payung alami yang berwarna hijau yang memiliki beraneka fungsi dan manfaat bagi seluruh bumi. Tentu tidak jauh beda dengan kondisi kepala manusia yang tidak pernah dirawat, dan lama-lama rambut manusia yang tidak terawat tersebut akan menjadi botak, "Sebotak Bentuk Bumi".


ShoutMix chat widget