JAKARTA, SENIN — Warga Bendungan Melayu yang rumah mereka berdekatan dengan lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang mengungsi di Kantor PMI Jakarta Utara, Senin (19/1). Sekitar 150 jiwa yang terdiri dari wanita, anak-anak, dan lanjut usia menginap di tempat ini, sedangkan laki-laki harus berjaga di sekitar kampung.Sementara api hingga pagi ini terus berkobar, walaupun kobaran tidak sedahsyat saat dinihari. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta terus bekerja melakukan pembasahan di permukiman warga yang berdekatan dengan titik api.
Suku Dinas Pemadam Kebakaran kembali menambah armada pemadam kebakarannya. Empat Armada kembali dikirimkan Senin (19/1) dini hari tadi untuk memadamkan api di Depo Bahan Bakar Minyak Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, yang terbakar pada pukul 21.00 wib Minggu (18/1) malam tadi.
"Jumlah mobil pemadam kebakaran yang dikirimkan terakhir sudah mencapai 46 mobil," ujar seorang petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Parwanto, yang dihubungi Senin (19/1) pagi tadi.
Menurut Parwanto, api sudah mulai padam sejak pukul 06.45 WIB. Keadaan Depo yang cukup luas membuat petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api. Akibatnya, api baru berhasil dipadamkan setelah 10 jam. Hingga saat ini, Pertamina belum menghitung kerugian yang diakibatkan terbakarnya tanki premium nomor 24 di Depo Plumpang. Sejauh ini Pertamina masih memusatkan perhatiannya untuk secepat mungkin memadamkan api.
"Estimasi kerugian belum bisa kami beritahukan, dan belum kami hitung. Namun untuk premium yang terbakar sejumlah 1.300 kilo liter," ungkap Vice President Cooporate Communication Pertamina Anang Rizkani Noor di lokasi kebakaran Depo Plumpang, Jakarta, Senin (19/1/2009).
Sebelumnya, Anang sempat mengatakan kepada beberapa wartawan tanki yang terbakar tersebut berisi 5.000 kilo liter premium. Namun dalam wancara terakhir dia memastikan tanki berisi 1.300 kilo liter premium.Jika tanki berisi 1.300 kilo liter dan harga premium saat ini Rp4.500, maka estimasi kerugian yang didapatkan Pertamina akibat kebakaran Depo Plumpang yakni sejumlah Rp5,85 miliar.
Sementara terkait penyebab kebakaran, Anang belum bisa memastikannya. "Belum dapat diketahui, dan masih dalam penyelidikan dengan pihak terkait," terangnya.
Atas kejadian ini Pertamina akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa kebakaran yang terjadi di Depo Plumpang, Jakarta Utara, pada Minggu malam kemarin.
"Untuk tim investigasi internal Pertamina baru dibentuk," ujar Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin kepada wartawan di JHCC, Jakarta, Senin (19/1/2009).
Kendati demikian, beliau mengatakan hasil investigasi tersebut belum menemukan hasil dengan alasan baru terbentuk. "Saya kira, dari pemerintah juga sudah membentuk tim investigasi akibat kejadian ini," tandasnya.
RSS Feed (xml)
0 komentar:
Posting Komentar